Perilaku masyarakat dalam pemanfaatan ICT, mendukung proses Pengembangan Masyarakat Global

Standard

Judul di atas merupakan judul makalah dari Michael S Sunggiardi Tim Ahli Pustekkom Depdiknas yang dibacakan dalam sebuah seminar nasional yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pembangunan Nasional (FORKAPI). Dari makalah tersebut diuraikan mengenai teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membuat banyak perubahan bagi kehidupan manusia di dunia ini. Dengan TIK penyebaran informasi menjadi lebih meluas, dapat diakses dari mana saja, kapan saja dan oleh siapa saja seperti layaknya jargon iklan minuman coca cola. Berkat kecanggihan teknologi informasi manusia dapat menembus ruang dan waktu tanpa terkendala. Komunikasi yang dibangun juga menjadi lebih baik karena dapat menggunakan berbagai bentuk mulai dari teks, suara, gambar dan lain-lain, sebagai bentuk aplikasi teknologi informasi dan komunikasi.

Dahulu ketika kita dapat berkomunikasi dengan menggunakan telepon rumah sudah merupakan sebuah kemudahan, namun saat ini cara itu sudah sangat tidak memadai, sekarang banyak orang ingin bisa dihubungi dan menghubungi dimanapun ia berada. Sehingga sekarang ini jika seseorang ketinggalan telepon genggamnya ia akan merasakan kebingungan yang amat sangat ketimbang ketinggalan dompetnya.

Teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang begitu pesat, membuat produsen perangkat lunak dan perangkat keras berlomba-lomba untuk dapat menyediakan perangkat-perangkat tersebut dengan berbagai variasi model dan harga, sehingga kebutuhan akan informasi yang lengkap, akurat, cepat , tepat, mudah dan murah yang mampu menembut batas ruang dan waktu dapat terpenuhi.

Demikian pula tuntutan akan penguasaan dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi baik secara perseorangan maupun institusi juga semakin nyata dan tinggi. Ketidak mampuan untuk menguasai hal tersebut tentulah akan mempengaruhi eksistensi individu maupun institusi dalam percaturan hidup dunia global.

Kembali pada permasalahan pengaruh TIK terhadap perilaku masyarakat, dapat ditelaah dari adanya perubahan pola komunikasi yang dibangun jika semula komunikasi harus dilakukan secara tatap muka, menggunakan surat yang membutuhkan waktu cukup lama, pemakaian telepon rumah atau kantor yang terbatas pergerakannya beralih pada komunikasi yang lebih cepat tersampaikan, tidak mengenal batas ruang dan waktu. Kita dapat melakukan komunikasi dengan siapa saja yang kita inginkan, dari tempat yang mungkin amat sangat jauh dari tempat kita berada, setiap saat kita inginkan.

Ilustrasi ini sangat relevan dengan apa yang penulis rasakan saat ini, bermula dari email yang penulis terima sekitar satu bulan yang lalu dari saudara yang tinggal di New York yang sudah puluhan tahun tidak bertemu dan bertegur sapa. Sebelum kontak ini terjadi penulis hanya selalu membayangkan bagaimana caranya agar bisa bersilaturahmi dengan saudara tersebut, berkirim surat lewat pos tidak mungkin karena alamatnya tidak jelas, mau telepon dengan telepon rumah pastinya akan mahal sekali. Namun begitu sebuah e-mail ia kirimkan kepada penulis dan seketika itu pula penulis membalasnya, tiba-tiba perasaan bahwa New York itu sangat jauh dari Bogor, dengan perbedaan waktu 12 jam itu hilang sirna. Kamipun dapat berhubungan dengan cepat dan real time. Begitu pula ketika kami mencoba memanfaatkan Skype, kami dapat bertatap muka dan bercakap-cakap secara langsung. Kerinduan selama puluhan tahunpun sirna dengan kecanggihan TIK itu.

Saat-saat inipun demam reuni banyak melanda masyarakat kita, perasaan guyub dengan kelompok-kelompok juga semakin terbangun hal ini tidak lain karena munculnya jejaring social seperti facebook, twitter. Melalui jejaring social itu manusia menjalin ikatan silaturahmi kembali. Mungkin ada yang sampai melakukan kopi darat karena tidak puas hanya lewat dunia maya saja.

Lewat jejaring juga kita dapat menggerakkan orang banyak untuk melakukan sesuatu seperti ketika menghadapi peristiwa “Prita” atau “Balqis” dan masih banyak kasus lainnya. Melalui jejaring social ini masyarakat seakan-akan menjadi memiliki kekuatan untuk membuat sebuah gerakan tertentu baik yang berdampak pada kelompoknya, masyarakat sekitar atau bahkan Negara dan dunia.

Di bidang ekonomi TIK memiliki peran yang strategis dan sangat potensial untuk proses pengambilan keputusan, memperluas pasar dan menciptakan keunggulan kompetitf dan pelayanan terhadap pelanggan maupun supplier (Adrian 2008 dalam Sunggiardi), adanya kecanggihan teknologi telah membuat proses jual beli betul-betul ada diujung jari kita. Dengan hanya duduk di depan computer atau netbook seseorang dapat melakukan transaksi bisnis dengan mudah, ia dapat menjual barang atau membeli barang yang ia inginkan tanpa perlu bersusah payah meninggalkan rumahnya. Dengan demikian cara bisnis dan gaya berbelanjapun mengalami perubahan setelah adanya TIK ini.

Tentunya yang paling menarik bagi penulis adalah ulasan pemakalah tentang TIK dan kaitannya dengan dunia pendidikan. Proses belajar yang melibatkan TIK telah mampu membuat pembelajaran itu menjadi lebih menarik, karena bahan ajar yang dibuat isinya up to date, metode yang dipilih juga menjadi sangat menarik serta penggunaan medianyapun bisa sangat kontekstual. Dengan TIK dunia pendidikanpun menjadi semakin semarak karena adanya distance learning, e-library, e-book. Tentunya hal ini dapat membuat proses pendidikan yang ada menjadi lebih baik, aksesibilitaspun menjadi lebih terbuka.

Namun dari uraian di atas yang sangat memperlihatkan sisi positif dari adanya TIK dalam kehidupan manusia, kitapun tidak boleh lengah dan tenggelam akan adanya dampak negative dari TIK itu sendiri. Penggunaan TIK dapat membuat seseorang menjadi terlalu lama menghabiskan waktunya di depan layar laptop, telepon genggam, televise, enggan atau bahkan lupa untuk berinteraksi secara langsung dengan orang di sekitarnya. Sangking asyiknya atau “merasa” bahwa ia sudah berinteraksi dengan orang lain walau di dunia maya.

Seseorang yang belum memiliki kemampuan untuk mengakses secara benar dan bijaksana TIK, dapat menjadi “korban” dari TIK. Seperti ketidaktahuannya untuk mengakses informasi melalui internet secara benar, efektif dan efisien, dapat menjerumuskan seseorang pada sumber informasi yang tidak benar. Keinginan tahu yang besar akan situs-situs porno katakanlah juga bisa membuat seseorang bisa menjadi kecanduan akan hal itu jika tidak dibarengi dengan kemampuan untuk mengendalikan diri.

Seseorang yang dalam dunia nyata adalah individu yang inferior, maka dengan menggunakan kecanggihan teknologi bisa “menjelma” menjadi individu yang superior dan bisa melakukan cyberbullying pada teman sebayanya.

Orang-orang yang kreatif, cerdas namun tidak berakhlak mulia menggunakan TIK untuk melakukan kejahatan kerah putih (praktek pencucian uang, pencurian pulsa telepon dll), melakukan perdagangan manusia, melakukan kegiatan pornografi dengan anak atau orang dewasa.

Penulis sepakat dengan pemakalah bahwa untuk menghindari atau meminimalisir dampak negative dari TIK dan memaksimalkan dampak positif dari TIK dalam segala aspek kehidupan ini  adalah dengan pembelajaran dini di sekolah Sembilan tahun untuk menerapkan ICT, namun penulis lebih senang menyebutkan dengan melakukan pendidikan literasi media sejak dini. Melalui pendidikan literasi media maka seorang individu akan memiliki bekal untuk dapat mengakses, menganalisa, mengevaluasi dan memproduksi sesuatu  melalui pesan media. Kemampuan-kemampuan ini jika sudah terinternalisasikan dalam diri seseorang akan menjadi benteng bagi dirinya dalam menghadapi gempuran-gempuran informasi yang kurang baik dan menjadikan senjata yang sangat efektif ketika ingin menggali informasi-informasi yang positif dan diperlukan bagi kehidupannya.

Artikel di ambil dari :

http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/32185/Michael%20S.S%28Depdiknas%29_Makalah%20Kelompok%20C.pdf

About rahmithasoendjojo

I am a developmental psychologist and lecturer at faculty of early childhood education Jakarta State University. I am a member of national early childhood education specialist team. I like to share my experiences on early childhood care and education subject

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s